-->

Alif


Seorang anak terlahir ke dunia ini ibarat selembar kertas putih. Warna warni yang di torehkan Ayah, Ibu dan lingkungannya lah yang kemudian membentuk dan menjadikannya seorang yang penuh cinta, peduli sesama, atau menjadi pribadi yang apatis bahkan penuh kebencian.
Itulah yang di rasakan oleh Fattah, Remaja berusia 17 tahun yang terjerumus dalam lembah hitam.
Ia terkenal oleh Masyarakat sebagai Preman kelas wahid, manusia paling di takuti, hingga ia di juluki The Killer Man, Karena kecerdikannya dalam melakukan aksi super Brutalnya.
Adegan Memalak Uang.
Adegan Mabuk mabukan.
( Tidak Ada percakapan )
Di saat semua sudah tepar, tinggal Fattah dan ucup yang masih seger.
“ Eh, Cup lu punya uang kagak, Tanya Fattah.
“ Aduuh, Boss boro boro Uang, buat makan aja susah aku. Ucup membalas permintaan Fattah.
“ Bagaimana kalau kita merampok saja cup, “ ajak Fattah.
“ Ayolah boss, Tapi Nanti boss yang beraksi, biar aku yang mengawasi, gimana sepakat. “ Ujar Ucup.
“ Yaa elaaah cup, penakut banget sih kamu, Ya sudah baiklah kalau begitu, Hayoo kita berangkat.” Ajak Fattah kembali
 “Oke boss.” Ucup meng iyakan permintaan Fattah.
Melakukan, Aksi pencurian.
Fattah, mencoba mencongkel Pintu rumah yang terkunci rapat.
Traaak, Akhirnya terbuka.
Memasukan segala macam barang berharga yang ada kedalam karung yang mereka bawa, Namun di saat Fattah mengambil Tv. Ia mendengar suara.
Alif Fathah A Alif kasroh I Alif dhomah U. A I U.
Fattah terdiam, Badannya lunglai, iya teringat akan nasihat kiyainya dulu di pesantren.
Jika Huruf Alif di bengkokkan maka bisa lahir huruf dal, dzal, ra, zai, . Jika dilipat menjadi dua ujungnya bisa membentuk huruf ba, nun, ta, tsa.
Bahkan semua huruf lain juga bisa terbentuk dari huruf alif, itulah sebabnya huruf alif dikatakan huruf Ahadiyyah, huruf kesatuan dan kebersatuan , huruf tauhid, sekaligus sebagai huruf transendens.Namun ada pendapat lain yang mengatakan bahwasannya huruf alif adalah huruf iblis,karena satu satunya huruf yang tidak mau membungkuk, seperti syair jalaluddin Rumi jangan menjadi Alif yang keras kepala , jangan menjadi ba yang kepalanya dua.
Alif tersusun dari tiga huruf, yaitu alif, lam dan fa , yang mengisyaratkan kesatuan dari tiga hal, yaitu pencinta , kekasih dan cinta atau merenung, bahan renungan, dan perenungan.
Tinggal kalian pilih Alif yang mana, Alif yang tegak lurus peuh dengan Kebenaran atau menjadi alif yang seperti iblis yang tak mau membungkuk.
Ia menghampiri, Seorang guru yang sedang mengaji. Berlinanglah air matanya menetes penuh penyesalan, sambil berucap.
“Pak kiyai maafkan saya, pak kiyai maafkan saya, Aku sudah berbuat salah Aku merampok harta pak kiyai.” Fattah terus meminta maaf penuh penyesalan.
Ucup yang mendengar suara Fattah, yang sepertinya tertangkap, ia melarikan diri.
Sudahlah Nak, hapus air matamu, Bertaubatlah engkau kepada Allah, lupakan masa lalumu, Ujar pak kiyai dengan senyum manisnya.
Apakah Allah, masih memaafkan dosa dosaku pak kiyai. Fattah
Pintu Taubat Allah selalu terbuka nak, asalkan kita bersungguh sungguh menyesal atas kesalahan yang kita perbuat, dan kita berjanji tidak akan mengulanginya. Tuubuu ilaallahi Taubatannashuuha. Ujar pak kiyai.
Coba, bisa engkau ceritakan, kenapa engkau bisa berbuat seperti ini.
Cerita masa lalu.
Dulu, Aku adalah santri di pesantren Assalafie ciwaringin cirebon, Aku disana di ajarkan berbagai macam Ilmu, Aku juga terkenal sebagai anak yang pendiam baik hati selalu ramah ke semua orang, Namun Allah berkehendak lain Disaat aku baru dua tahun di pesantren, Bapa wafat, pergi meninggalkan aku dan ibuku.Aku pun terpaksa mengubur mimpiku dalam dalam, Aku harus pulang ke rumah untuk membantu ibuku. Namun lingkungan mempengaruhi semuanya, Aku menjadi anak yang kurang ajar, bahkan aku menjadi penjahat, Aku di usir dari rumah dan sudah tiga tahun aku tak pulang ke rumah.
Oh, begitu, Terus kenapa sekarang kamu tidak pulang menemui ibumu dan meminta maaf. Pak kiyai menyarankan.
Tidak, pak kiyai, aku belum siap pulang kerumah dengan keadaanku seperti ini, Aku masih penuh dosa. Ujar Fattah.
Pak Kiyai
“Gimana, kalau kamu sekarang tinggal dulu di sini sama saya.”
Fattah
“Apakah, pak kiyai mau menerima saya Dengan keadaan saya yang seperti ini.
Pak kiyai.
Silahkan kamu tinggal di sini, sampai kamu benar benar siap untuk pulang ke rumah, Namun sebelum itu siapa nama kamu.
Fattah.
Nama saya Muhammad Fattah Faris, Terima kasih pak kiyai, sudah mau menerima saya.
Bumi terus berotasi mengelilingi matahari, waktu terus berjalan, musim terus bergilir, Tak terasa sudah 2 bulan Fattah mengaji pada pak kiyai Anwar.
Sholat Jama’ah.
Allahuakbar Allahuakbar . Terdengar Suara Iqomah tanda sholat akan di mulai, dan untuk pertama kalinya Fattah mengikuti sholat berjamaah bersama kiyai, sebab waktu itu dia selalu sholat di dalam rumah bersama Adiknya pak kiyai.
 Fattah, monggo kamu ngimamin, Sontak pak kiyai.
Apa, nggak pa monggo. Fattah kaget mendengar Ucapan pak kiyai.
Apa apaan ini, pak kiyai, masa preman di suruh ngimami, Bagaimana Allah mau menerima sholat kita, Elak Sholeh menentang.
Sudah Fattah kamu jangan dengerin dia, Cepet imam. Pak kiyai menyuruh Fattah.
Allahuakbar. Takbir sudah berkumandang dari bibir mantan preman itu.
Assalamu’alaikum warahmatullah. *
Jama’ah sudah bubar hanya dirinya dengan pak kiyai.
Pak kiyai hanya tersenyum simpul,Kamu yang sabar nak, ini adalah proses pembersihan noda yang masih membekas di dirimu. Lanjutkan wiridanmu.pinta pak kiyai.
Lama sudah Fattah belajar agama bersama pak kiyai, .
Acara pengajian
Pak kiyai, Kiyai Abdul Bashit Tidak bisa datang, jadi siapa yang akan menggantikan ceramah beliau.
Pak kiyai, Bisik bisik ke telinga Ghoni.
Baiklah untuk acara selanjutnya yaitu, Siraman rohani oleh Ustadz Muhammad Fattah Faris kepada beliau kami persilahkan.
Di situ terjadi perselisihan masyarakat dia tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
Cacian dan makian pun terlontar dari para mulut masyarakat, Namun mereka adalah masyarakat yang patuh terhadap kiyainya jadi apa boleh buat, mereka mendengarkan ceramah Fattah.
Isi Ceramah.

Masyarakat meneteskan air mata, mereka tidak percaya apa yang di dengarkan begitu menyentuh hati.
Turun dari panggung, ia menyalami Fattah ada yang minta maaf dan lain sebagainya.
Pamit dengan pak kiyai .
Pak kiyai, kini sudah waktunya aku pulang ke rumah, aku harus menemui ibu.
Apakah kamu sudah siap fattah.
Iya pak kiyai sekarang aku sudah siap, .
Air mata menetes dari pipi pak kiyai serta masyarakat yang seperti tak rela melepas kepergian Fattah.
Mereka kembali menyalami Fattah.
Depan rumah
Tok tok tok, Assalamu’alaikum.
Wa’alaikum salam.
Air mata kembali menetes dari wajah Fattah, ia langsung bersujud meminta maaf kepada ibunya,.
Iya nak ibu maafkan semuanya,.
Namun tak ada suara lagi yeng terdengar, ketika ibunya hendak membangunkan Fattah.
Glubrag, Iya sudah tak bernyawa, senyum manisnya mengiringi kematiannya.
Tangis ibunya mengiringi kematiannya
Depan rumah pak kiyai.
Assalamu’alaikum, pak kiyai, ghoni berlari tergesa gesa,
Wa’alaikum salam Ada apa ghoni, ko kamu tergesa gesa seperti itu.
Fattah pak kiyai Fattah,.
Kenapa dengan Fattah, Kamu tenangkan diri kamu.
Ghoni menarik nafas,Fattah Wafat Pak kiyai, iya wafat ketika bersujud meminta maaf kepada ibunya.
Innalillahi wainna ilaihi Roji’un, Mudah mudahan engkau wafat dalam keadaan Khusnul khotimah anakku.

Pesan.
Bertaubatlah kalian dengan taubat sesungguhnya, Jangan menunggu Masa tuamu, sebab ajal tak pernah memandang usia.
Tamat
0 Comments for "Alif"
Back To Top